Atap Bitumen CTI Terbaik di Kelasnya

Atap Bitumen CTI merupakan salah satu atap terbaik dan berkualitas yang bisa dijadikan pilihan sebagai penutup rumah atau bangunan lain. Jenis ini juga sangat cocok dipakai di Indonesia karena kondisi cuaca yang seringkali berubah-ubah. Jadi, tak ada salahnya mencoba atap ini untuk mempercantik rumah Anda.

Bahan-bahan untuk Membuat Atap Bitumen CTI

Jenis Atap Bitumen CTI sendiri terbuat dari beberapa campuran material, yaitu Bitumen, Fiberglass, Sand Stone, Self Adhesive dan Algae Coating. Material Bitumen adalah cairan kental yang biasanya disebut senyawa hidrokarbon. Bahan ini mengandung sedikit oksigen, klor dan sulfur, sebagai penguat.

Kemudian Fibreglass adalah kaca mencair yang ditarik agar menjadi serat yang sangat tipis dengan garis tengahnya yang berukuran 0,005 mm sampai 0,01 mm.

Bahan ini digunakan untuk bagian Fibre Content. Lalu untuk bagian coated, memakai Algae Coating, ialah lapisan luar untuk pelindung material dan warna batu pasir

Untuk bagian underside, menggunakan Self Adhesive dari aspal untuk bahan pengikat yang memilki sifat viskoelastis (keras tapi lentur). Terakhir adalah butiran debu dari pasir, atau biasa disebut Sandstone. Bahan ini berfungsi sebagai pelindung sekaligus lembaran atap atau lapisan atas yang memiliki tekstur.

Manfaat Penggunaan Atap Bitumen CTI

Atap adalah bagian dari pondasi bangunan yang penting karena berfungsi sebagai pelindung dari cuaca panas, hujan, dingin dan lain-lain. Salah satunya Atap Bitumen CTI yang merupakan terobosan baru bitumen sheet. Untuk lebih jelasnya, berikut ini manfaat dan tujuan penggunaannya:

1. Ringan Tetapi Daya Tahan Tinggi

Salah satu bahan pembuatan atap ini memang dari campuran aspal, tetapi bobotnya bisa dibilang cukup ringan. Bahkan beratnya lebih rendah jika dibanding dengan atap dari genteng keramik atau beton. Itulah alasan mengapa banyak rumah modern yang memakai atap bitumen sebagai penutupnya bangunan.

Selain bobotnya yang ringan, daya tahan atap ini juga sangat tinggi. Dengan kata lain atapnya sangat kuat dan kokoh dalam berbagai komposisi. Ini karena proses pembuatan bahan materialnya membutuhkan waktu yang lama dan pemanasan dengan temperatur yang tinggi.

2. Penggunaannya yang Sangat Lama dan Anti Korosi

Manfaat selanjutnya pemakaian atap ini adalah penggunaannya dengan jangka waktu yang sangat lama. Ini karena ada lapisan aspal pada material pembuatan yang membuat usia pakainya sampai berpuluh-puluh tahun. Maka dari itu, para produsen biasanya memberi garansi penggunaan sampai 30 tahun.

Penutup bangunan yang terbuat dari material genteng metal biasanya sangat rawan rusak karena korosi. Namun tidak bagi Atap Bitumen CTI ini, karena bahan-bahan yang digunakan sangat baik dan berkualitas. Dengan iklim Indonesia yang mudah berganti, jangan khawatir atap akan cepat rusak.

3. Bisa Meredam Suara Bising

Atap Bitumen CTI memiliki kemampuan sangat baik dalam meredam suara yang berasal dari luar bangunan. Contohnya seperti angin kencang, petir, guntur dan hujan. Suara hujan yang deras seringkali terdengar amat nyaring dan membuat atap rumah Anda jadi lebih berisik.

Dengan menggunakan Atap Bitumen CTI, Anda tidak perlu khawatir lagi terganggu oleh suara-suara berisik dari luar. Nah, kelebihan semacam ini besar kemungkinan tidak didapatkan dari jenis atap yang terbuat dari material genteng yang lain. Apalagi seperti genteng seng atau asbes.

4. Desain dan Bentuk Atap yang Bervariatif

Walaupun terbuat dari bahan aspal, atap ini memiliki beragam desain yang variatif. Anda yang berminat menggunakannya, bisa memilih model yang bisa disesuaikan dengan konsep desain bangunan rumah. Variasi warnanya juga sangat banyak, sehingga menjadikan atap rumah jadi indah dan enak dipandang.

Atap Bitumen CTI dibuat dengan bahan viskoelastis bersifat lentur yang memudahkan Anda untuk membentuknya sesuai keinginan dan bangunan. Meski bentuk bangunan memiliki sudut yang curam, atap ini mudah menyesuaikannya. Tentu berbeda dengan atap keramik dan beton sulit dibentuk-bentuk.

5. Hemat Biaya dan Proses Pemasangan Mudah

Manfaat terakhir yang membuat Atap Bitumen CTI begitu bermanfaat bagi bangunan yaitu proses instalasinya yang sangat mudah. Kemudahan ini akan membuat proses pemasangannya lebih cepat dan praktis.

Selain cepat, Atap Bitumen bisa menghemat pengeluaran biaya. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan menghabiskan banyak dana untuk memiliki jenis atap ini. Seluruh produk untuk membuat atap terjamin kuat, tahan rayap, api, jamur dan tidak akan lapuk.

Baca Juga Atap Solartuff untuk Hunian Nyaman Anda

Bagaimana Cara Perawatan dan Penanganan Atap Bitumen CTI?

Agar atap tetap dalam kondisi baik, jangan lupa melakukan perawatan rutin untuk menghindari keretakan.

Namun jika itu terjadi, cara perawatannya dengan memotong bagian yang memiliki tanda-tanda akan retak. Pemotongan tidak menggunakan gergaji, cukup pakai cutter agar tidak merusak bagian lainnya.

Setelah genteng yang akan retak sudah diambil, buatlah potongan baru dengan aspal yang lain dengan bentuk yang sama persis seperti bagian yang sebelumnya sudah dipotong. Hal ini harus dilakukan hati-hati agar bentuknya sesuai. Jika ingin hasil yang lebih rapi, pakailah penggaris jenis siku saat memotong.

Jika sudah selesai, tinggal memasang dan menancapkannya dengan paku. Usahakan paku tertancap kuat pada atap. Jangan lupa untuk menekan terus pada bagian yang ada lem atau perekatnya, supaya melekat kembali dengan kuat. Dengan begitu atap Anda akan baik seperti kondisi semula.

Pemasangan Atap Bitumen CTI

Memasang Atap Bitumen CTI hampir sama dengan cara memasang atap PVC Alderon, namun tetap membutuhkan tenaga ahli seperti kontraktor bangunan atau yang lainnya. Namun sebagai calon pemilik bangunan, Anda juga setidaknya memahami dasar dan cara sederhana pemasangan atap jenis ini. Berikut sedikit ulasannya:

1. Tahap 1 (Pemasangan Multipleks dan Under Layer)

Lapisan pertama Atap Bitumen CTI akan dipasang multipleks dari bawah ke atas. Tebalnya minimal 9 mm. Jangan lupa menambahkan lisplang yang berfungsi sebagai pelindung multipleks dari air hujan. Pemasangan harus benar dan rapi sesuai rencana dan petunjuk pemakaian dari pabrik penyedia bahan.

Setelah terpasang, selanjutnya akan dipasang underlayer. Terdapat 2 cara dalam pemilihan jenis underlayer yang digunakan. Untuk  kemiringan atap 15 derajat lebih, dipasang dari bahan  geotextile. Untuk kemiringan 1 derajat s/d  15 derajat dipasang dari waterproofing membrane jenis  torching.

2. Tahap 2 (Pemasangan Starter dan Genteng CTI)

Material yang digunakan adalah lembaran genteng, yaitu dipasang horizontal pada sekeliling penutup atap. Fungsi Starter CTI ini untuk menutupi celah bitumen dan meluruskan genteng CTI. Untuk pemasangan CTI, harus berawal dari membuka HDPE protection film adhesive terlebih dahulu.

Kemudian genteng CTI dipasang bertahap dimulai dari bawah dengan menggunakan jenis overlap. Untuk  kemiringan atap 15 derajat ke atas, pemasangan dengan cara dipaku, minimal 4 paku per lembar genteng. Pemakuan harus tepat di atas parit dari masing-masing genteng.

Demikian ulasan mengenai jenis Atap Bitumen CTI. Untuk Anda yang berencana membuat atap jenis ini, bahan-bahan yang dibutuhkan bisa dibeli di toko suplier bahan bangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Open chat
Order Sekarang
Halo. Dengan Kridajaya Abadi

Ada yang bisa kami bantu?